MEMPERKATAKAN IMAN DISITUASI PANDEMI


“Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ”Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Markus 7:29) 

PENDAHULUAN

Kita tahu sekarang masa masa yang serba sulit dimasa pandemic ini, mulai dari sekolah melalui online, pekerjaan yg susah, dll yang membuat semakin parno seprtinya susah untuk melihat masa depan dengan jelas dan ada rasa keraguan. Sebagai umat Allah, kita tidak terlepas dari krisis ekonomi yang melanda dunia. Alkitab menjatat sejumlah krisis yang di alami oleh orang-orang pilihan Allah. Abram harus pergi ke Mesir karena bencana kelaparan di tanah Negeb (Kejadian 12). Ishak juga mengalami hal yang sama pada masanya, sehingga ia pergi ke Gerar (Kejadian 26). Anak-anak Yakub pergi kemesir untuk membeli gandum karena ada kelaparan di tanah Kanaan (Kejadian 42). Narasi-narasi ini menunjukkan bahwa situasi buruk dapat berimbas pula kehidupan anak-anak Tuhan.
Lantas apa yang dapat kita pelajari dari kitab suci untuk menolong kita di masa-masa sulit ini..?  Nah, malam ini saya akan share tentang IMAN atau Memperkatakan Iman. 

ISI & SHARING 

#1. Allah Punya Rencana dan Dia Peduli

Sadarilah bahwa kita Allah mempunya rencana untuk setiap kita, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini berada di dalam kedaulatan dan kekuasaan-Nya, termasuk guncangan ekonomi yang terjadi Allah sangat mengetahuinya. Walau guncangan ini banyak mempengaruhi dari kita, kita tahu ini tidak merubah rencana Allah terhadap masa depan kita. kita berhak memperkatakan iman dan meneklarasikannya, Allah tidak tidak terlelap dan tertidur. (Maz 121:4) bahwa Allah punya rencana yang indah.

#2. Tetaplah Percaya

Tetaplah berharap kepada Tuhan. Jangan tergoda dengan berbagai jalan pintas yang ditawarkan oleh dunia ini, yang justru akan menarik kita semakin jauh dari Tuhan.
Ketika kita berada di luar lingkaran perlindungan Tuhan, maka segala berkat-berkatNya juga akan tertahan bagi kita. Oleh karena itu tetap berlindung dan percaya kepada Tuhan, agar kita dapat tetap menerima berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Dunia boleh berkata bahwa sudah tidak mungkin lagi ada jalan keluar bagi masalah kita. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23). Tetaplah percaya, karena mujizat masih ada!

#3 Hidupi Firman

"Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan."   Ulangan 30:14
 Perkataan kita akan membentuk hidup kita, karena hal ini mempengaruhi jalan pikiran, pola hidup dan tidak tanduk kita.  Firman Tuhan merupakan dasar bahasa iman yang dapat membangun kehidupan rohani kita.  Bila rohani kita kuat berakar dalam Kristus, kita dapat dengan yakin merasakan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita; dan di mana kuasa Tuhan bekerja, di situ pasti ada berkat dan mujizat.
Alkitab menasihati, "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,..."  (Kolose 2:7).  Dikatakan bahwa firman Tuhan tidak jauh dari jangkauan kita, melainkan sangat dekat yaitu di dalam mulut dan di dalam hati kita.  Jadi kita harus menggunakan perkataan Tuhan atau memperkatakan firmanNya setiap kali sesuai dengan apa yang kita butuhkan agar berkat, kasih serta mujizatNya dilimpahkan atas kita.  Dikatakan pula bahwa firman itu sangat dekat di dalam hati kita; bukan hanya di dalam mulut atau perkataan saja, namun juga harus di dalam hati, artinya harus ada iman di dalam hati sewaktu kita memperkatakan firman itu.

KESIMPULAN 

Biarlah perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang merealisasikan dan yang berisi iman dan kebenaran firman Tuhan, sehingga janji-janjiNya yang kita ucapkan terjadi dan tergenapi. Amin!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESENSI MEMBERI

JANGAN UBAH BERKAT JADI KUTUK