Apa Maksud Tuhan Dengan Kepergian Ibu Usai Saya Wisuda?
10 September 2015
Saya adalah seorang Mahasiswa Teologi yang baru selesai menyelesaikan
pendidikan akhir di salah satu Universitas STT STAPIN Majalengka Jawa
Barat pada tanggal 21 Agustus 2015. Saya sangat mencintai Tuhan dan
kedua orang tua saya juga mengasihi Tuhan.
Tetapi siapa yang tau apa yang terjadi dalam hidup ini. Mama yang tercinta yang sudah berkorban menyekolahkan saya telah di panggil Tuhan di saat perjuangan saya selesai. Ibu mendadak sakit dengan hasil dokter pecah pembuluh darah di Otak dan penyumbatan di Jantung yang mengakibatkan tingkat kematian sangat tinggi dan selang tiga hari ibu langsung meninggal tanpa ada pesan dan kesan yang selama ini (RS Mitra Keluarga Cibubur Jakarta. Kamis, 26 Agustus 2015). Belum kering tanah kuburan ibu, cita-cita saya yang ingin menjadi TNI tidak tercapai.
“Dengan kejadian ini, sama sekali saya tidak mengerti rencana Tuhan itu apa dan maksud Tuhan itu seperti apa,”
Bukan hanya mempertanyakan kehendak Tuhan, kematian ibu dan kegagalan cita-cita ini membuat saya mempertanyakan keberadaan Tuhan. “Terus terang saya malu terhadap kakak-kakak, keluarga dan teman-teman juga terhadap tetangga, karena seolah-olah doa saya tidak didengar dan tidak dijawab oleh Tuhan. Akhirnya dalam hati itu tanda tanya. Mujizat Tuhan itu ada atau tidak. Saya semakin tanya, saya semakin down.
Kini saya dan saudara-saudaraku, melihat semangat hidup Bapak membuat saya kembali bergairah dalam hidup. “Yang membuat saya masih bertahan hidup dan tetap berusaha untuk bangkit karena masih ada orangtua, yaitu Bapak,”
Saya sangat kagum atas ketegaran Bapak dan keluarga “Ternyata saya tidak setegar Bapak, saya tidak sekuat Bapak. Seolah-olah dia tidak kehilangan, seolah-olah dia itu tidak mengalami kesusahan,”
Bapak berusaha untuk tegar karena ia ingin kam anak-anaknya tidak semakin bersedih. Namun sebenarnya ia pun masih merasa kehilangan isteri tercinta dan kehilangan cita-cita anaknya yang sama seperti yang saya rasakan. Akhirnya bersama bapak dan keluargaku, saya harus kembali melayani Tuhan, seperti aktivitas ketika ibu masih hidup. “Akhirnya saya berusaha untuk bangkit, untuk kuat, seolah-olah saya menunjukkan kepada bapak kalau saya juga tidak mengalami kesusahan atau dukacita yang mendalam,”
Kebersamaan keluarga kami ini akan membuat semakin kuat.
Detik ini, kami harus bisa melihat rancangan damai sejahtera Tuhan kedukaan yang kami alami “bapak dan saudara-saudaraku yang lain lah yang harapan besar saya, saya bersyukur walaupun seolah-olah habis semuanya, hilang cita-cita, apa yang saya lakukan itu seolah semuanya sia-sia, seolah-olah saya itu sebatang kara, akhirnya toh saya bangkit, sadar dan bersyukur kepada Tuhan,” Satu hal yang ter ngiang dalam hidupku jangan salahkan siapa pun dalam hal ini tapi jadikanlah ini momen untuk darimu menggapai cita2 dalam pelayananmu. Dibalik ini semua ada rencana Tuhan yang terbaik.
“Tuhan izinkan masalah, tapi Tuhan juga izinkan penyelesaiannya. Tuhan izinkan dukacita yang sangat mendalam dalam hidup saya, Tuhan mengizinkan kesusahan yang sangat mendalam dalam hidup saya, tetapi Tuhan juga gantikan, Tuhan juga sediakan penghiburan, kekuatan, dalam hidup saya,”
Saya adalah seorang Mahasiswa Teologi yang baru selesai menyelesaikan
pendidikan akhir di salah satu Universitas STT STAPIN Majalengka Jawa
Barat pada tanggal 21 Agustus 2015. Saya sangat mencintai Tuhan dan
kedua orang tua saya juga mengasihi Tuhan. Tetapi siapa yang tau apa yang terjadi dalam hidup ini. Mama yang tercinta yang sudah berkorban menyekolahkan saya telah di panggil Tuhan di saat perjuangan saya selesai. Ibu mendadak sakit dengan hasil dokter pecah pembuluh darah di Otak dan penyumbatan di Jantung yang mengakibatkan tingkat kematian sangat tinggi dan selang tiga hari ibu langsung meninggal tanpa ada pesan dan kesan yang selama ini (RS Mitra Keluarga Cibubur Jakarta. Kamis, 26 Agustus 2015). Belum kering tanah kuburan ibu, cita-cita saya yang ingin menjadi TNI tidak tercapai.
“Dengan kejadian ini, sama sekali saya tidak mengerti rencana Tuhan itu apa dan maksud Tuhan itu seperti apa,”
Bukan hanya mempertanyakan kehendak Tuhan, kematian ibu dan kegagalan cita-cita ini membuat saya mempertanyakan keberadaan Tuhan. “Terus terang saya malu terhadap kakak-kakak, keluarga dan teman-teman juga terhadap tetangga, karena seolah-olah doa saya tidak didengar dan tidak dijawab oleh Tuhan. Akhirnya dalam hati itu tanda tanya. Mujizat Tuhan itu ada atau tidak. Saya semakin tanya, saya semakin down.
Kini saya dan saudara-saudaraku, melihat semangat hidup Bapak membuat saya kembali bergairah dalam hidup. “Yang membuat saya masih bertahan hidup dan tetap berusaha untuk bangkit karena masih ada orangtua, yaitu Bapak,”
Saya sangat kagum atas ketegaran Bapak dan keluarga “Ternyata saya tidak setegar Bapak, saya tidak sekuat Bapak. Seolah-olah dia tidak kehilangan, seolah-olah dia itu tidak mengalami kesusahan,”
Bapak berusaha untuk tegar karena ia ingin kam anak-anaknya tidak semakin bersedih. Namun sebenarnya ia pun masih merasa kehilangan isteri tercinta dan kehilangan cita-cita anaknya yang sama seperti yang saya rasakan. Akhirnya bersama bapak dan keluargaku, saya harus kembali melayani Tuhan, seperti aktivitas ketika ibu masih hidup. “Akhirnya saya berusaha untuk bangkit, untuk kuat, seolah-olah saya menunjukkan kepada bapak kalau saya juga tidak mengalami kesusahan atau dukacita yang mendalam,”
Kebersamaan keluarga kami ini akan membuat semakin kuat.
Detik ini, kami harus bisa melihat rancangan damai sejahtera Tuhan kedukaan yang kami alami “bapak dan saudara-saudaraku yang lain lah yang harapan besar saya, saya bersyukur walaupun seolah-olah habis semuanya, hilang cita-cita, apa yang saya lakukan itu seolah semuanya sia-sia, seolah-olah saya itu sebatang kara, akhirnya toh saya bangkit, sadar dan bersyukur kepada Tuhan,” Satu hal yang ter ngiang dalam hidupku jangan salahkan siapa pun dalam hal ini tapi jadikanlah ini momen untuk darimu menggapai cita2 dalam pelayananmu. Dibalik ini semua ada rencana Tuhan yang terbaik.
“Tuhan izinkan masalah, tapi Tuhan juga izinkan penyelesaiannya. Tuhan izinkan dukacita yang sangat mendalam dalam hidup saya, Tuhan mengizinkan kesusahan yang sangat mendalam dalam hidup saya, tetapi Tuhan juga gantikan, Tuhan juga sediakan penghiburan, kekuatan, dalam hidup saya,”

kesaksian yang sangat memberkati saya
BalasHapusTerimakasih atas atensinya GB
Hapus🙏
BalasHapus